"Peranan Teknologi Terkini dalam Membuat Pembelajaran DARING (Online) dan Luring (Offline) Menjadi Semakin Menarik"


"Daring dan Luring yang Menyenangkan"

Ketika anda sudah pernah duduk di bangku TK, SD, SMP maupun SMA. Apakah Saudara masih ingat ruang-ruang kelas konvensional berisi meja atau bangku, kursi, dan papan tulis yang terpampang di depan kelas dengan sekotak kapur dan sebuah penghapus. 
 
Perkembangan berikutnya hadir ruang kelas mungkin menggunakan whiteboard dan spidol untuk menggantikan papan tulis dan kapur. 
 
Saat ini, terdapat pula kelas yang sudah menggunakan proyektor LCD didukung laptop atau komputer yang terhubung dengan jaringan internet, atau ruang-ruang kelas multimedia dilengkapi papan tulis elektrik, komputer tablet, iPAD, PDA, smartphone, dan perangkat canggih lainnya yang dilengkapi jaringan internet berkecepatan tinggi. 
 
Namun, masih ada pula kelas-kelas di daerah terpencil yang memiliki papan tulis berlubang atau bahkan tidak memiliki ruang kelas yang layak. Itulah realitas yang ada, namun kita harus bergerak maju bersama. Mungkin kelas Anda terpencil, namun jaringan internet sebentar lagi akan mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan program Palapa Ring. Guru dan peserta didik dapat memanfaatkan jaringan internet untuk mengakses big data dimana setiap detik mengalir data dalam jumlah besar. Big data merupakan kumpulan data dalam skala besar dan kompleks yang dapat menjadi sumber belajar potensial.
 
Kesemua itu digunakan untuk tujuan pembelajaran yang tujuanya sama dalam Tujuan pendidikan yaitu untuk mengembangkan manusia Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. 
 
Pembelajaran Luring sangat banyak sekali manfaat yang dimilikinya  dan tentunya pembelajaran luring sangat mengasikkan contohnya ketika di dalam kelas bertatap muka dengan guru dan teman-teman lainnya secara nyata, saling mengutarakan pendapat yang dirasa pembelajaran yang kurang bisa dengan ekspresi keadaan yang sebenarnya, melihat pekerjaan teman yang seharusnya tidak boleh, itu adalah pengalaman pengalaman yang mengasikkan dalam pembelajaran luring, dan masih banyak lagi hal-hal yang menyenangkan ketika diingat kembali. 
 
Selain hal tersebut juga banyak kenakalan-kenakalan dalam siswa seperti berangkat sekolah terlambat sehingga dihukum untu menyanyikan indonesia raya, mengaji, dan berdoa yang dilihat oleh banyak oran lewat dan guru guru, selain itu izin ke kamar mandi tetapi tidak ke kamar mandi melainkan ke kantin sekolah. Semua itu dilakukan ketika pembelajaran luring dan tidak bisa dilakukan secara daring.

Begitu pula dalam pembelajaran luring sangat menambah pengetahuan kita dalam era moderen abad 21 ini yang sekarang, ketika kita belum tau tentang smartphone yang canggih, Google Class, ataupun Google Form maka dalam pembelajarn ini harus dipelajarinya secara cepat dan tepat, Sehingga kita tidak ketinggalan dalam era yang serba canggih ini, dan dalam pembelajaran daring tatap muka hanya memaluikelas maya seperti google meet ataupun zoom yang sangat cangih hanya ketemu lewat dunia maya, dan itupun memerlukan akses internet yang tidak sedikit, dan memerlukan biaya yang banyak.  
 
Ketika pembelajaran daring kadang kala kita juga diberikan hal-hal yang menarik dalam melaksanakan pembelajaran seperti ketika meeting dengan menggunakamn seragam sekolah tetapi hanya atasanya saja yang berseragam, kadang kala ketika meeting berlangsung ada di tempat umum ataupun perjalanan. Sering kalai kalau dipedesaan yang notabene golongan menengah kebawah banyak peserta didik dalam melakukan daring tidak sesuai yang diharapkan oleh guru ataupun sekolah seperti tidak mengerjakan tugas guru, tidak absen daring, kadang kala ketika ulangan harian saja tidak memiliki kuota internet dalam ulangan harian alhasil pesreta didik kurang dalam nilai pembelajaran yang dilakukannya. 

Dalam  pembelajaran daring ditekanan dalam kedisiplian menggunakan aplikasi zoom ataupun melalui google meet harus tepat waktu ketika pembelajaran supaya tidak ketinggalan, tetapi ketika dipedesaan memerlukan akses internet yang lancar sehingga harapan dalam pembelajaran dapat terganggu.
 
Ketika kemendikbud mencanangkan kuota internet tetapi tidak semua peserta didik mendapatkannya, tidak hanya peserta didik saja tetapi guru juga banyak yang belum mendapatkannya. maka dengan bersabar dan ikhtiar patuhi protokol kesehatan insya allah semua akan dapat kembali normal lagi dan dapat bertatap muka seperti sedia kala. 

Semoga pandemi ini segera berakhir dan pembelajaran sesuai deperti sedia kala, dan guru peserta didik dapat bertemu dan berkumpul lagi memberikan pengetahuan yang dimilikinya. dan tugas perkembangan peserta didik tidak terhambat.


Profil 
Tantok Dwi Prasetyo, S.Pd 
 

 Dilahirkan di Kabupaten Magetan, tepatnya di Ds Kuwonharjo RT 15/03 Kecamatan takeran, Pada tanggal 21 Maret 1985. Merupakan anak ke dua dari pasangan Gimunanto dan Dami Astutik, Menemupuh pendidikan mulai SDN Kuwonharjo 3 lulus tahun 1998 dan SMPN 1 Takeran Lulus tahun 2001, kemudian melanjutkan ke SMA 1 Kawedanan Lulus tahun 2004, Melanjutkan ke perguruan tinggi ke IKIP PGRI Madiun Lulus tahun 2009. 
Hobi beternak ayam dan memelihara burung puyuh, 
Cita-cita membahagiakan orang tua,
Masuk syurga bersama keluarga dan Orang Tua.

#PGRI
#KOGTIK
#EPSON
#KSGN

Komentar